Kadar Canda Tawa.
Kadar Canda Tawa.
Siapa bilang tak boleh tertawa?
Bahkan Nabi pun bercanda. Dengan tetap menjaga adab dan menghindari dusta.
A. Cukup Yang Benar.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنِّي لأَمْزَحُ , وَلا أَقُولُ إِلا حَقًّا
Sesungguhnya aku pun bercanda tapi tidaklah aku berkata melainkan yang benar. (Shahih, HR. ath-Thabrani; Shahih al-Jami’ 2494 al-Albani)
Secara natural saja, jangan dibuat-buat apalagi ditambahi bumbu dusta.
B. Tidak Kebanyakan.
Umar ibnul Khaththab radhiyallahu 'anhu bertutur,
من كثر ضحكه قلت هيبته، ومن مزح استخف به
Barangsiapa banyak tertawa maka berkurang wibawa. Dan siapa saja banyak canda niscaya akan diremehkan dengan sebabnya (Shifathus Shafwah: 1/149)
Canda identik dengan tawa.
Jadikan ia seperti bumbu dalam masakan.
Bila kurang tidak terasa
Jika berlebih tak nikmat lagi.
Canda yang pas saja.
Tawa cukup sekadarnya.
@sahabat_ilmu
Ahad Bahagia...
Selamat Berkumpul Bersama Keluarga Tercinta... 💞
REMINDER
📝Spritual,16 Juli 2023
Komentar
Posting Komentar