Menyederhanakan Bahagia
Menyederhanakan Bahagia."
Jalan rezeki itu aneh dan unik, ia datang dari jalan yang kadang tidak kamu duga. Mengusahakan A, tapi rezeki datang justru dari C atau bahkan Z. Seakan ada pesan bahwa rezeki itu tidak salah rumah, meskipun harus ada usaha-usaha untuk menjemputnya.
Istirahatlah sejenak, duduklah sebentar. Pernahkah kamu menyadari bahwa rezeki itu selalu mengalir? Sadar ataupun tidak kamu sadar. Bahkan saat lalaimu pun Allah tetap memberimu rezeki, lalu bagaimana mungkin Allah tidak memberimu rezeki jika ternyata apa yang kamu usahakan hari ini adalah bagian dari rangkaian untuk beribadah pada-Nya.
Kadang rezeki itu tidak terlihat karena terhalang oleh ekspetasi-ekspetasi tinggimu, atau imingan-imingan yang sedang kamu harapkan padahal kamu belum membutuhkannya.
Seekor ayam yang pergi dalam perut kosong dan pulang dengan perut terisi kenyang, tanpa membawa apapun untuk ia simpan sebagai makanan esok hari, karena ia sadar bahwa jika ada yang menghidupkannya, pastilah Ia pula yang akan memberinya makan, meski dengan usaha harus mencari dan berjalan jauh.
Beruntunglah bagi mereka yang bisa bahagia dengan rezeki apa yang mereka punya, menandakan hatinya luas untuk menerima, dan hatinya tertutup untuk iri membayangkan rezeki orang lain.
Kini, berhentilah sejenak. Cobalah untuk mensyukuri dan berbahagia dengan rezekimu. Karena dari bahagia itu akan berbuah rezeki yang lain. Rezeki yang sangat mahal adalah kamu terlahir dengan islam, dan tinggal bagaimana kamu bahagia dengannya dengan menjalani setiap harimu sebagai seorang muslim. Muslim yang selalu bahagia dengan rezekinya masing-masing.
Menyederhanakan bahagia.
Jundi Imam Syuhada
Jum'at Barakah...
Ayooo Sedekah...
Al-Kahfi Time
Perbanyak Do'a dan Shalawat yaaa... 😇
REMINDER
📝Spritual 14 Juli 2023
Komentar
Posting Komentar