MULIA SESEORANG KARENA ADAB

 MULIA SESEORANG KARENA ADAB


Suatu hari Rasulullah duduk bersama sejumlah sahabatnya. Tiba² masuklah seorang badui. Dia membawa setangkai kurma yg baru dipetiknya. “Ini hadiah untukmu ya Rasulallah !” Dengan senang hati Rasulullah yg mulia menerima pemberian badui tersebut. “Makanlah, wahai Nabi,” pinta Badui tersebut. 


Rasulullah pun segera memetik satu butir kurma dari tangkainya. Beliau memakannya disertai senyum dan ekspresi yg menunjukkan bahwa beliau sangat menikmatinya. 


Badui yg melihat Rasulullah melahap kurma pemberiannya, merasa sangat bahagia. Ia tunggu Rasulullah yg terus memakan kurmanya. Sebutir demi sebutir, hingga setangkai kurma tersebut habis. Para sahabat yg berada di sekitar Nabi merasa heran. Karena tidak biasanya Rasulullah begitu. 


Biasanya setiap Rasulullah memperoleh makanan, beliau akan membagikan makanan tersebut kpd para sahabatnya. Baik yg ketika itu ada bersama beliau atau pun tidak. Tapi kali ini tidak. Ajib! 


Setelah badui pemberi kurma tersebut pergi, Rasulullah pun menjelaskan kepada para sahabat, “Aku memang sengaja tdk memberikan sebutir pun kurma tadi kepada kalian, sebab aku kahwatir kalian tdk sanggup menahan pahitnya. 


“Lho, bukannya Anda tadi begitu menikmati kurma itu, wahai Nabi ?” tanya seorang di antara sahabat, heran.


“Itu pun aku sengaja, berbuat seolah-olah kurma itu enak dan manis. Agar badui tadi tidak kecewa.” Semua hening. Apa yg menjadi keheranan mereka tadi, kini terjawab. 


Begitulah, junjungan kita Sayyidina Muhammad ‘alaihis shalatu wassalam mengajarkan pada kita untuk tetap menjunjung adab, bahkan untuk satu hal yg sebenarnya tidak beliau sukai.


Maaasyaa Allah.. Semoga kita bisa meneladani beliau ☺️


✍🏻 Ustadz Satria Hadilubis

Komentar